Joni dan Monica

Posted: Juni 18, 2013 in siraman rohani
Tag:,

Pada suatu hari terdapat seorang pria “sebut saja Joni” yang gagah perkasa menghidupi keluarganya di kota Banyuwangi tercinta. Dia mempunyai seorang istri bernama Siti dan satu anak perempuan bernama Rika. Di dalam kehidupannya, mereka hidup dalam keadaan yang pas-pasan. Suami yang berkerja menjadi tukang ojekpun ia lakoni dengan sabar dan ikhlas. Dan suatu malam sewaktu dia akan pulang ke rumah, si Joni bertemu dengan penumpang dengan paras wajah cantik, tinggi, kulit putih, rambut lurus dan panjang, seperti model. Perempuan itu bernama “Monica”. Dia pun menanyakan kemana tujuan yang akan diantarnya. Monica segera membonceng Joni untuk diantar ke tempat tujuan. Pada perjalanan tersebut:

Joni :” Mba namanya siapa? Kok baru liat mba disini?”
Monica:” Iya mas, nama saya monica. Iya tadi ke rumah temen tapi temen ada urusan ma pacanya jadi saya pulang sendiri deh”
Joni :” Ooooo gitu ya, trus pacar mba kemana, masa g suruh jemput sih”
Monica:” Udah putus mas, udah seminggu ditinggal pergi”
Joni :” Hmmmmm” sambil menghela nafas dan menelan ludah.

Tak lama kemudian setelah tikungan dan sedikit gelap, tak disangka Monica mulai menggoda Joni.

Monika:” Mass..” Sambil sedikit mendesah dan membisikkan di telinga Joni

Si Joni pun merinding mendengar desahan Monica.

Joni :”Iya mba, ada ap?” sambil deg-degan.

Tak lama kemudian si Monica meraba selangkangan Joni, dan dipegang dan diremas burungnya. Mana ada cowok yang sanggup menahan goodaan sepeti itu, apalagi wanita supercantik hampir seperti model.

Monica:” Mas g usah ke tujuan mampir aja ke hotel sebelah, kalo mas mau sih.”
Joni :” Agghhhh” Sambil keenakan Joni pun juga menjawab pertanyaan Monica
Joni :” Wah mau ngapain mba? saya sudah ditunggu istri janjinya 30 menit lagi pulang.”
Monica:” Ohh gitu ya… ya udah klo mas g mau, sebentar saja kok mas g ada 15 menit, temeni monica ke kamar hotel sebentar, nanti saya lipat deh biaya ojeknya.”

Karena joni sudah terpengaruh dengan hasrat dan nafsunya. Jonipun mengiyakan ajakan Monica untuk mampir ke hotel sebelah jalan. Joni dan Monica masuk ke dalam suatu kamar hotel dan meraka berbuat mesum seperti layaknya suami istri, dan janji Joni terhadap istrinya hilang begitu saja dari ingatannya.

Setelah 45 menit berlalu Joni bergegas mengantar Monica pulang ke tujuan dan Joni memberikan nomer telpon ke Monica untuk saling mengenal lebih lanjut. Dan Monicapun tidak lupa memberikan upah untuk ojeknya sebesar 3 juta. Joni merasa senang setelah menerima uang 3 juta dan kenikmatan yang diberikan oleh Monica. Di dalam perjalanan Joni mencari sejuta alasan karena terlambat pulang ke rumah.

Setelah sampai di rumah, Siti sang istri Joni yang sedang menidurkan anaknya bertanya kepadanya.

Siti :” Kok g biasanya telat?, biasanya cepet pulang karena lapar?”
Joni :” Iya bu… tadi mau pulang ada orderan, trus waktu udah sampai, pas mau balik mogok motornya ya lama deh”, dengan tidak ada rasa bersalah Joni mengungkapkannya.
Siti :” Oooh gitu ya, trus udah bener motornya?”
Joni :” Udah bu, ayah mandi dulu ya gerah ni.”
Siti :” Iya sana mandi bauk badannya, sudah ibu masakin air panas buat mandi.”
Joni :” Makasih ya bu”

Setelah Joni mandi dan makan meraka tidur bersama-sama anak mereka di sampingnya. Hari esok yang cerah sudah datang, sambil menonton televisi Joni berserta Siti duduk bersama di ruang tamu, sarapanpun susah terhidang di meja, mereka duduk berdekatan melahap santapan yang dibuat sang istri tercinta. Nasi dan sayur bening sisa malam kemarin serta tempe goreng hangat menjadi menu sarapan pagi itu. Tetapi tidak disangka ada sms masuk ke Handpone Joni.

Joni :”Bu.. tolong ambilkan handpone di atas meja itu bu..”
Siti :”Ni yah, handponenya”

Setelah santapan ke-dua dari sendok yang dipegangnya, Joni membaca tulisan dari nomer baru dengan bacaan “SELAMAT ANDA MASUK KEDALAM KOMUNITAS HIV AIDS”. Setelah membaca tulisan tersebut Joni terdiam merunduk dan lama kelamaan meneteskan air mata, tubuhpun lemas lunglai seperti g ada daya untuk menopang tulang, tidak ada nafsu lagi untuk sarapan yang disediakan Siti pagi itu. Lalu Siti pun merespon kejadian yang aneh tersebut.

Siti :” Ayah.. ayah kenapa? Kok tiba-tiba berhenti makan”
Siti :” Ayah.. ” sambil melihat muka Joni yang merunduk.
Siti :” Ayah.. nangis kenapa? bicara dong, ibu deg degan ni.”

Setelah itu Joni memberikan handpone kepada Siti untuk membaca sms masuk kepada dirinya. Sitipun tersentak kaget tidak karuan. Dia bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi. Lalu Joni menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Waktu itu Siti tidak menerima apa yang dilakukan suaminya, tetapi nasi sudah menjadi bubur. Sitipun tetap sabar dan ikhlas apa yang terjadi terhadap suaminya. Bersama-sama mereka memeriksakan darah Joni ke rumah sakit. Dan ternyata hasilnya positif terkena HIV AIDS.

Itulah cerita yang benar-benar terjadi dan nama-nama diatas saya ganti dari yang asli. Semoga teman-teman yang membaca dapat merenungkan dan berhati-hati akan bahaya HIV AIDS.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s