MAKNA HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER

Posted: November 10, 2012 in Uncategorized
Tag:,


10 November = Hari Pahlawan. Merupakan hari yang penting dan bersejarah bagi Indonesia. Hari mengenang para Pahlawan yang mendahului kita yang mana mereka merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Semoga para generasi muda tetap mengisinya dengan belajar dengan giat dan terus berusaha meneruskan cita-cita para pahlawan kita.

Hari pahlawan tidak hanya pada 10 November, tetapi berlangsung setiap hari dalam hidup kita. Setiap hari kita berjuang paling tidak menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keluarga. Artinya, kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing. Kita bertanya pada diri sendiri apakah kita rela mengorbankan diri untuk mengembangkan diri dalam bidang kita masing-masing dan mencetak prestasi dengan cara yang adil, pantas dan wajar. Itulah yang seharusnya disebut sebagai pahlawan sekarang, bukan perang melawan penjajah lagi tetapi perang melawan kebodohan, kemiskinan dan kesengsaraan. Sehingga tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Kita wajib menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka. Karena itulah kita merayakan Hari Pahlawan setiap 10 November.

Kita memilih 10 November sebagai Hari Pahlawan karena pada tanggal tersebut 67 tahun silam para pejuang kita bertempur mati-matian untuk melawan tentara Inggris di Surabaya. Pertempuran 10 November 1945 adalah pertempuran terberat dalam revolusi Indonesia yang telah menjadi ikon nasioanl perlawanan bangsa untuk mempertahankan kedaulannya. Dianggap semangat paling heroik sepanjang sejarah, sehingga diperingati sebagai Hari Pahlawan. Siapakah yang layak disebut sebagai pahlawan? Siapapun yang terlibat dalam pertempuran baik secara moril dan materil adalah pahlawan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Rakyat Indonesia, khususnya rakyat Surabaya patut bersyukur, berbangga, dan berterima kasih kepada Sutomo atau yang lebih akrab dengan sapaan “Bung Tomo”. Seorang pemuda 25 tahun yang sangat berperan membangkitkan semangat rakyat untuk mengusir penjajah Belanda, yang pada waktu itu ingin menjajah kembali bangsa Indonesia. Jiwa patriotisme dan nasionalisme yang telah mengakar kuat dalam jiwanya dikobarkan dan disuarakan lewat pidato.

Pidato yang hanya 442 karakter mampu membakar 100.000 orang rakyat Indonesia untuk mengusir tentara sekutu yang berjumlah lebih dari 30.000 dengan peralatan perang yang canggih. Untuk penutup marilah kita bertanya pada diri sendiri apakah kita sudah rela mengorbankan diri untuk mengembangkan diri dalam bidang kita masing-masing dan mencetak prestasi dengan cara yang adil, pantas dan wajar. Semangat dan teruslah kobarkan semangat perjuangan para pahlawan kita!!!

Salam,
Penulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s