Manajemen Proyek

Posted: Januari 6, 2010 in Uncategorized
Tag:, , , , , , , , , , , ,

Sering keinginan kita untuk mencoba membuka usaha sendiri tetapi takut bilamana usaha kita nantinya akan tidak berkambang dan akan mengalami kerugian. Maka sebelum kita benar-benar membuka usaha yang real kita adakan kajian manajemen proyek yang mana didalamnya mencakup bagaimana langkah-langkah peluang usaha yang akan kita dirikan di suatu tempat tersebut, mendapat laba ataukah akan mendapat kerugian. Kita langsung ke pembahasan.

Manajemen Proyek adalah merupakan kegiatan merencanakan, mengorganisisir, memimpin, dan mengendalikan sumberdaya perusahaan untuk mencapai sasaran jangka pendek yang telah ditentukan, dengan menggunakan pendekatan system dan hirarki vertikal maupun horizontal.

Bisnis menurut pengertian dari John M. Echols berarti perusahaan. Pengertian perusahaan menurut Murti Sumarni (1997) adalah suatu unit kegiatan produksi yang mengolah sumber-sumber ekonomi untuk menyediakan barang-barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan memperoleh keuntungan dan agar dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Proyek sendiri adalah suatu kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu, dengan alokasi sumberdaya yang terbatas dan dimaksudkan untuk melaksanakan suatu tugas yang telah digariskan (Suharto, I, 1990)

Sasaran dan Kendala Proyek:

  1. Anggaran
  2. Jadwal
  3. Mutu

Ukuran Proyek: Kecil, Sedang, Besar,Super, Mega

Siklus Proyek:

  1. Tahap Konseptualisasi: Ide, Gagasan, Studi Kelayakan Proyek
  2. Pendefinisian Proyek
  3. Perencanaan/ penyusunan dan Pengorganisasian
  4. Pelaksanaan Proyek
  5. Pengendalian Proyek
  6. Penyelesaian Proyek

Studi Kelayakan adalah penelitian yang mendalam terhadap sesuatu ide bisnis tentang layak atau tidaknya ide tersebut untuk dilaksanakan.

Metode Penyusunan Study kelayakan tidak akan baku, namun pada umumnya terdiri dari beberapa aspek, minimal terdiri dari:

  1. Aspek Pasar dan Pemasaran
  2. Aspek Teknis Produksi dan Teknologi
  3. Aspek Manajemen
  4. Aspek Legal dan Perijinan
  5. Aspek Keuangan.

Tingkat kerumitan, kedalaman dan kompleksitas studi kelayakan tergantung dari obyek kajian studi itu sendiri.

Langkah-langkah Studi Kelayakan Proyek:

  1. Identifikasi Kesempatan Usaha
  2. Perumusan: menterjemahkan kesempatan usaha menjadi rencana proyek yang kongkret
  3. Penilaian: Analisi aspek pasar, keuangan teknik manajemen dan organisasi, sosial ekonomi, amdal.
  4. Pemilihan
  5. Implementasi: Menyelesaikan Proyek
  1. Aspek Pasar:
    1. Market Potensial (Pasar Potensial): Permintaan dan penawaran
    2. Pansa Pasar (Market Share) dan Persaingan
    3. Strategi pemasaran : Promosi
  2. Aspek Keuangan:
    1. Dana yang diperlukan untuk investasi (modal)
    2. Perkiraan penghasilan,biayam dan luri/laba, Break Event Point (BEP)
    3. Aliran Kas : Metode NPV (Net Present Value)
    4. Sumper-sumber pendanaan (modal sendiri, pinjaman)
  3. Aspek Teknis:
    1. Letak Geografis Lokasi
    2. Teknologi Proses Produksi
    3. Kapasaitas Produksi/Instalasi
    4. Bangunan Instalasi
    5. Denah Instalasi
  4. Aspek Sosial dan Ekonomi:
    1. Pengaruh proyek terhadap peningkatan penghasilan negara
    2. Pengaruh proyek terhadap devisa
    3. Penambahan kesempatan kerja
    4. Pemerataan kesempatan kerja
    5. Pengaruh proyek terhadap industri lain
    6. Keramaian daerah, lalulintas, penerangan
  5. Aspek Manajemen dan Organisasi:
    1. Merencanakan: Memilih,menentukan dan menyusun langkah-langklah kegiatan.
    2. Mengorganisir: Mengatur dan mengalokasikan kegiatan serta sumber daya kepada anggota organisasi agar sasaran tepat tercapai.
    3. Memimpin: Mengarahkan dan mempengeruhi sumber daya manusia agar dapat berkerja.
    4. Mengendalikan: Melakukan control/ pengandalian
  6. AMDAL : Hasil study mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan dan diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup.
    1. Usulan Proyek
    2. Penyajian Informasi Lingkungan (PIL)
    3. Menyusun Kerangka Acuan
    4. Membuat ANDAL: Penelaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak kegiatan bagi lingkungan.
    5. Membuat RPL: Rencana Pemantauan Lingkungan
    6. Membuat RKL: Rencana Pengelolaan Lingkungan
    7. Implementasi pembangunan proyek
    8. Aktivitas pengelolaan proyek

Format Laporan Study kelayakan Proyek:

  1. Ringkasan dan kesimpulan (Intisari/Abstrak)
  2. Latar Belakang proyek dan Pemrakarsa
  3. Aspek Pasar : Pasar Potensial, Permintaan, Persaingan, market share, Kebijakan Pemasaran
  4. Aspek Teknik: Lokasi, Denah, Kapasitas Produksi
  5. Aspek Finansial
  6. Aspek Manajemen dan Organisasi
  7. Aspek Ekonomi dan Sosial
  8. AMDAL
  9. Kesimpulan dan Saran
  10. Lampiran
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s